Sabtu, 22 Januari 2011

Antusias Tahun Baru 2011

Posted by Jurnal Bandung on 17.48 0 komentar






Tempat wisata Sari Ater menjadi salah satu tempat pergantina  tahun  yang meriah, pengunjung wisatawan yang berdatangan memadati tempat tersebut. Pesta kembang api pun berlangsung sangat meriah, dan bunyi-bunyi terompet membuat suasana malam tahun baru 2011 menjadi  hangat. Kendaraan memadati jalan –jalan daerah wisata tersebut, yang tidak ingin melwati momen pesta tahunan ini.

Namun pesta pergantian tahun baru kali ini oleh para pedagang dan pengusaha villa yang menaruh harapan rejek pada perayan tahun baru ini, dirasakan mash kurang antusias dari pengunjung yang datang di bandingkan pergantian tahun baru yang lalu. Ini terbukti pendapatan yang mereka terima kurang dari target modal yang sudah di keluarkan. Sehingga tidak sedikit para pedagang mengeluhkan pendapatan mereka di tahun baru 2011 kali ini.

Kurangnya antusias penunjung yang datang ke daerah tempat wisata tersebut, dikarenakan banyaknya tempat-tempat wisata didaerah lain, menawarkan pergantina tahun baru, sehingga pengunjung yang datang ke Bandung untuk merayakan pesta tahun baru memiliki banyak pilihan tempat wisata.

Diharapkan dengan banyaknya wisata yang ditawarkan dapat menarik perhatian masyarakat lain akan daerah wilayah Bandung menjadi kota wisata yang baik.


Jurnal Bandung /Wandrik Panca Adiguna
Continue...


Kamis, 20 Januari 2011

Suku Sunda Wiwitan (Sunda Lama) ada di Cimahi

Posted by Jurnal Bandung on 10.07 0 komentar



Suku Sunda Wiwitan diketahui terdapat di Cimahi, Karawang, Kungingandan Ciwidey. Suku Sunda wiwitan yang berada di Kampung Cireundeu RW 10 Leuwigajah Cimahi kurang lebih berjumlah 200 kepala keluarga. Sunda Wiwitan berasal dari kata sunda ngawitan yang berarti Sunda Pertama atau Sunda yang masih murni.


Ketika masuk ke perkampungan suku sunda wiwitan ada gapura yang terbentuk dari 4 bambu berwarna merah, kuning, hitam dan putih yang menurut masyarakat sekitar mempunyai arti merah berarti hawa nafsu, kuning berarti matahari, hitam berarti bumi dan putih berarti air.


Seperti suku-suku yang lain, Sunda Wiwitan mempunyai keunikan dari adat dan kebiasaan. Dalam pernikahan, suku sunda wiwitan ini hampir sama dengan adat islam yaitu adanya Ijab Qobul dan pemberian mahar, tetapi bedanya disini Ijab Qobul dilakuakan menggunakan bahasa sunda buhun (bahasa sunda lama).


Masyarakat sunda wiwitan menjadikan singkong sebagai makanan pokoknya. Menurut sejarah leluhur  mereka ketika itu mendapatkan bisikan (wangsit) untuk mengganti beras yang menjadi makan pokok mereka, ketika itu leluhur mereka mengganti beras dengan singkong sebagai makanan pokok mereka.


Pada dasarnya masyarakat asli sunda wiwitan tidak mengenal agama. Mereka hanya mempercayai leluhur mereka dan menganggap semua agama sama karena mereka berfikir walau banyak agama tetapi tetap pada satu tuhan yang sama.


Sumber mata pencaharian masyarakat sunda wiwitan adalah bertani atau berladang makanan pokok mereka. Tidak 100% masyarakat disana bertani, adapula berprofesi sebagai guru dan tenaga kerja di perushan-perusahan atau pabrik-pabrik didaerah cimahi.

Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany
Cuplikan Wawancara Sesepuh Suku Sunda Wiwitan

Continue...


Senin, 03 Januari 2011

WNI di USA nonton bareng final Piala AFF

Posted by Jurnal Bandung on 20.06 0 komentar



Sepak bola merupakan salah satu pemersatu Warga Negara Indonesia (WNI) di manapun ia berada. dengan adanya piala AFF yang diselenggarakan di Vietnam dan Indonesia sebagai tuan rumahnya menjadikan kemeriahan piala AFF terasa di Indonesia, apalagi setelah Indonesia bisa masuk Final menjamu malaysia.

Pada babak penyisihan Indonesia menang telak atas Malaysia 5-1 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), kemudian pada putaran final Indonesia kambali bertemu dengan Malaysia. Semangat para pendukung Indonesia sangat terasa ketika pecinta bola di tanah air ingin langsung menyaksikan Tim Garuda berlaga. Tidak hanya itu, pecinta bola di tanah air juga banyak yang menyelenggarakan acara nonton bareng final Piala AFF.

Tidak hanya pecinta bola di tanah air yang mendukung Tim Garuda, WNI yang berada di USA juga mengadakan nonton bareng Final Piala AFF di salah satu rumah WNI. acara nonton bareng berlangsung meriah walaupun tim Indonesia kalah dari malaysia.

Berikut laporan yang di kutip dari VOA.
Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany

Continue...


Sabtu, 01 Januari 2011

Kembang Api Pangandaran

Posted by Jurnal Bandung on 18.03 0 komentar



Kemeriahan yang terjadi untuk menyambut pergantian tahun kemarin sangat meriah di pantai pangandaran. ini bisa dilihat dari banyaknya pengunjung pantai pangandaran ini. tidak hanya warga sekitar yang merayakan malam tahun baru di pantai ini, tapi wisatawan, hingga pemilik villa seperti villa kuda yang merupakan villa terbesar di sini juga ikut merayakan pergantian tahun ini.

Villa Kuda yang merupakan villa terbesar di pangandaran merayakan pergantian tahun 2010 ke 2011 dengan menghabiskan biaya sangat besar. ini dapat terlihat dari banyaknya kembang api yang di pasang pada malam pergantian tahun ini. 

Menurut Nindi (18) warga pangandaran mengatakan "hampir setiap tahun villa kuda merayakan pergantian tahun dengan memasang petasan paling banyak dan paling meriah dari yang lain, kata orang-orang sini sih tahun ini villa kuda ngabisin 25 juta buat kembang apinya aja".

"Saya juga kesini untuk melihat kembang api yang hanya bisa dilihat pada malam tahun baru saja, ternyata tahun ini lebih rame dari tahun kemarin." tambahnya.

Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany


Continue...


Senin, 27 Desember 2010

Pameran Foto Tentang Anak SLB

Posted by Jurnal Bandung on 23.51 0 komentar



Bidik Photography salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung bekerjasama dengan Telkom Speedy mengadakan Pameran Foto yang bertemakan Realita Pendidikan "keterbatasan bukan batasan" 26 - 29 Desember 2010 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Cicendo.

Acara tersebut dirangkai dengan acara-acara pendukung seperti Pembacaan Puisi, Workshop Foto, Diskusi Pendidikan, Pantomim, dan Teater. Pameran yang terbuka untuk umum ini dibuka pukul 10.00 - 18.00 WIB. 

Acara ini mengambil perspektif fotografi, dalam mengangkat spirit dan perjuangan orang-orang yang benar-benar berusaha demi suatu cita juga harapan dalam menempuh pendidikan. Gambaran-gambaran nyata yang diabadikan melalui karya fotografi di pamerkan pada Pameran Foto ini.

Antusiasme yang ditunjukan oleh fotografer-fotografer bandung, yang kebanyakan berstatus sebagai mahasiswa dan pelajar terbukti dengan banyaknya pengunjung pameran dan peserta workshop foto pada pameran tersebut.

Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany

Continue...


Rabu, 10 November 2010

APBD Untuk Pembangunan Kota Banjaran

Posted by Jurnal Bandung on 10.58 0 komentar


Kemacetan yang sering terjadi didaerah Banjaran lebih disebabkan semrawutnya keadaan lalu-lintas didepan terminal Banjaran. Hal ini tampak jelas bila pada pagi hari dengan melubernya pasar tumpah yang menghalangi setengan dari badan jalan. Selain itu, faktor lain kemacetan adalah rusaknya jalan yang terjadi di Desa Kamasan yang diakibatkan dari banjir yang merendam daerah tersebut beberapa waktu lalu.



Masalah lain bagi warga Banjaran yaitu keluhan dari sebagian pedagang Pasar Banjaran yang hingga kini belum mendapatkan lokasi baru untuk berdagang setelah kios mereka terbakar sekitar 3 tahun yang lalu. Dengan masalah-masalah yang dialami Kota Banjaran tersebut pemerintah pun sudah mengambil langkah-langkah itikad baik untuk menanggulangi masalah itu, yaitu dengan mengalokasikan dana APBD 2010 untuk Kota Banjaran.
Untuk memutus mata rantai kemacetan lalu lintas disekitar Pasar dan Terminal Banjaran, Pemkab Bandung mendapatkan bantuan Rp 2,4 miliar dari Pemprov Jabar untuk membuat jalan tembus  di daerah Bojongsereh,Pameungpeuk. Jalan sepanjang 550 meter itu akan terhubung dengan jalan lingkar Banjaran dari Desa Kamasan-Tanjungsari-Pameungpeuk.
Selain itu, Pemkab Bandung juga berncana memperlebar Jalan Lingkar Banjaran dari Desa Kamasan menuju Pameungpeuk dari empat meter menjadi tujuh meter. Dengan adanya Jalan Lingkar Banjaran, para pengguna jalan bisa menghindari kemacetan yang biasa terjadi di sekitar Pasar dan Terminal Banjaran
 
Persoalan lainnya dengan nasib 465 pedagang yang terkena musibah tiga tahun lalu yang sampai kini masih di pasar darurat. Karena pasar darurat sehingga saat ini pedagang yang masih aktif 30 persennya atau sekitar 145 pedagang.
Saat ini, lahan pasar lama yang terbakar itu sedang diuruk dan diperkirakan baru selesai pada Oktober. Namun hingga kini pun kegiatan tersebut belum selesai. Saat ini baru tampak pembangunan kantor pengelola pasar baru.




Dengan dana miliaran dari APBD yang dialokasikan Pemkab tersebut diharapkan masalah kemacetan yang dialami didaerah Banjaran bisa terastasi dengan baik dan dapat memperlancar arus lalu-lintas jalur tersebut. Selain itu, pembangunan Pasar Banjaran yang baru pun mudah-mudahan dapat cepat terealisasi dengan baik agar para pedagang mendapatkan lokasi berdagang yang layak. Dana yang dikeluarkan tersebut diharapkan sekali dapat menumbuhkan pembangunan Kota Banjaran secara merata dan mengembangkan ekonomi masyarakat Banjaran dan sekitanrnya.


(T-3/Ismet Humaedi)






Continue...


Selasa, 09 November 2010

Kemacetan Dari Perbaikan Jalan Gorong – Gorong

Posted by Jurnal Bandung on 17.24 0 komentar


Selasa (9/11) pengendara bermotor yang melewati jalan Wastukencana didepan campus seni musik, masih harus bersabar dari kemacetan yang selalu menghampiri jalan tersebut. Perbaikan gorong – grong yang melewati jalan tersebut sudah hampir selesai, perbaikan yang dilakukan sudah berlangsung seminggu ini  telah mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan tersebut, dari peutupan setengah lebar jalan terjadi penyempitan arus lalu lintas. Perbaikan dilakukan oleh pemda Kota Bandung menurut warga karena sering meluber air hujan yang terseumbat oleh sampah mengakibatkan sering terjadi genangan air yang besar melewati jalan dan rumah warga disekitar.

Seringnya kemacetan yang timbul dari  membuat pihak polisi melarang pengendara melewati jalan Abdul khalik, tembusan jalan untuk menuju jalan Wastukencana. Penutupan jalan tersebut memang mengurangi tingkat kemacetan, akan tetapi keluhan datang dari pengendara yang akan melewati jalan tersebut dari arah paster, karena  mereka  harus memutar kendaraannya melewati jalan cihampelas terlebih dahulu.

Diharapkan segera beresnya perbaikan jalan tersebut, agar dapat menyelesaikan masalah kemacetan dan genangan air,  yang mengenangi jalan dan rumah warga dimusim penghujan sekarang ini dengan cepat, sehingga dapat memberi kenyamanan bagi para pengendara dan warga setempat. 
(T-1/Wandrik P.A)
Continue...