Kamis, 09 Juni 2011

Resto Hawaii di Bandung

Posted by Jurnal Bandung on 00.04 0 komentar

Bapak Dhimas, pemilik sekaligus chef membuka resto bernuansa Hawaii di bandung, tepatnya di Jl. Diponegoro no:1 (depan dukomsel) dengan nama "Aloha Aina". Aloha Aina didirikan pada tanggal 8 Agustus 2009. Dibukanya resto bernuansa Hawaii ini ternyata berdasar pada latar belakang pemilik yang besar dan tinggal lama di Hawaii sehingga menguasai local Hawaii, Filipino, Japanese, spain, western dan Indonesian cuisine. Beliau melihat bahwa masakan Hawaii belum ada di Indonesia, maka dari itu beliau mendirikan resto bernuansa Hawaii yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Didirikan di bandung karena bandung terkenal akan surga kulinernya. Aloha Aina sendiri memiliki arti “cinta tanah air” atau “cinta pada tanah kelahiran” yang mana walaupun Aloha Aina menyuguhkan masakan dan kultur bernuansa Hawaii, akan tetapi Aloha Aina tetap menjunjung tinggi cita rasa masakan dan men-support produk-produk dan bahan dalam negeri sendiri.
Aloha Aina mencoba untuk menjadi pelopor untuk menyajikan masakan bernuansa hawaii baik authentic dengan sentuhan bumbu dan bahan bahan yang bercita rasa nusantara, oriental, dan western. Masakan di Aloha Aina 90% adalah kreasi Chef Aloha Aina dalam mengadaptasikan masakan authentic Hawaii, yang tidak dapat ditemukan di resto lain, ini yang membuat makanan di Aloha Aina unik dibandingkan tempat lain.

Menu-menu Aloha Ainaantara lain Poke (Sashimi khas Hawaii), Menu2 Steak, ayam, dan ikan bakar. Untuk menu-menu pasta dan pizza Aloha Aina menyajikannya dengan rasa yang berbeda dengan tempat lain. Untuk dessert diseediakan berbagai macam pancake, pie nanas khas Aloha Aina, dan homemade tiramisu dan mousse. 

Sedangkan menu andalah dari resto ini antara lain : Ono Poke, Paniolo Steak, Creamy black pepper steak, Huli-huli chicken, Loco Moco, Aloha Tuna Spagheti, Island Style Baked Fish, Spicy Ika, Garlic Shrimp, Pineapple Upside-down pie, Tiramisu dan pancake. Untuk minuman, Aloha Aina menyajikan pina colada, lava flow, aloha mojito, cinnamon ice tea dan blue hawaii.

Dari segi harga Resto ini cukup bersahabat dengan kantong mahasiswa. Untuk makanan berkisar antara 15rb - 40rb, sedangkan untuk minuman berkisar antara 5rb - 15rb.

Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany







Continue...


Jumat, 28 Januari 2011

Sejarah Sepanjang Rel Kereta Bandung Ciwidey

Posted by Jurnal Bandung on 16.33 0 komentar

Jejak-jejak perkertaapian disekitar soreang-ciwidey memang tak begitu jelas, jika hanya dilihat dengan sekilas pandang dari tepi jalan raya Soreang-Ciwidey. Dari keseluruhan jalur ini masih terbilang jalur yang cukup utuh dan nyaris tak terjamah tangan jahil manusia.
Berdasarkan catatan jalur kerat api Bandung - Ciwidey mulai beroperasi pada tahun1923. Jalur ini merupakan jalur kereta api pertama di daerah Bandung Selatan. Jalur kereta api ini dimulai dari Satsiun Cikudapateuh, Pasar kordon Buahbatu, Pamengpeuk, Banjaran, Soreang dan berakhir di stasiun Cimuncung Ciwidey.
Pada masa-masa awal kemerdekaan hingga tahun 1970-an awal, jalur Bandung Ciwidey menjadi akses utama kecamatan Ciwidey langsung menuju pusat aktivitas perekonomian di Bandung. Masyarakat memanfaatkan jasa angkutan ini sebgai sarana pengiriman barang kebutuhan sehari-hari. Selain itu masyarakat Ciwidey memanfaatkan jalur ini sebagai sarana untuk berpergian ke Bandung dan mencari pekerjaan sebagai buruh harian pada musim kemarau. Ada hal yang lebih menarik bagi warga Desa Citeurep, adanya kereta api ini juga menjadi penanda waktu imsak karena belum memiliki pengeras suara. Ini dikarenakan saat stasiun cimuncung masih aktif kereta pertama berangkat menuju Bandung pukul 04.00 dan kereta terakhr pukul 18.00.
Akhir dari perjalanan kereta api Bandung-Ciwidey ini ditandai dengan sebuah kecelakaan rangkain yang ditarik lokomotif seri BB di kampung Cukanghaur kecamatan Pasir Jambu yang mengakibatkan tiga orang tewas pada bulan Juli 1972. Menurut sejumlah mantan karyawan Perusahaan Jawatan Kereta Api yang bertugas dijalur ini, kecelakaaan tersebut diakibatkan kelebihan beban saat mengangkut kayu untuk dikirm ke Jakarta. Selain alasan itu, jalur Bandung-Ciwidey ini dirasa kurang menguntungkan kendaraan bermotor sehingga pada tahun 1975 jalur ini resmi ditutup.


Setelah 35 tahun jalur ini dinonaktifkan, banyak perubahan yang terjadi disekitar jalur ini. Jalur ini menjadi saksi pertumbuhan jumlah penduduk di daerah sekitar Soreang-Ciwidey pada khusunya. Beberapa bagian rel telah berubah fungsi menjadi bagian pagar rumah penduduk, stasion beralih fungsi menjadi warnet dan jembatan serta rel kereta api digunakan sebagai jalur pejalan kaki.
Continue...


Selasa, 25 Januari 2011

nonton bareng piala AFF 2010 di cafe

Posted by Jurnal Bandung on 12.36 0 komentar

Hari ini tanggak 29 Desember 2010 Indonesia akan menjalani pertandingan babak final melawan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Bukan hanya hari ini Indonesia akan bertanding di AFF Cup 2010. Partai ini ibarat pertandingan balas dendam atas kekalahan Indonesia dari malaysia di leg pertama. Indonesia akan berusaha untuk merebut gelar juara AFF Cup 2010 secara fair play. Amienn..

Karena kapasitas stadion GBK yang tentu tidak akan mampu menampung animo supporter yang sedang tinggi-tingginya maka televisi menjadi alternatif pertama untuk menyaksikan pertandingan timnas Indonesia vs Malaysia. Melalui layar tv pun sering tidak memuaskan jika hanya menonton sendiri. Nonton bareng kemudian menjadi pilihan yang menarik. Nonton bareng final AFF Cup di Hotel, Cafe, Warkop atau lapangan terbuka biasanya akan menjadi menarik jika pertandingan disaksikan dari layar yang lebar.
Continue...


Malam Tahun Baru 2011 di Ciwalk

Posted by Jurnal Bandung on 12.19 0 komentar


Promotion and Event Coordinator Cihampelas Walk (Ciwalk) Fitri Anggraeni menuturkan, Tahun Baru di Ciwalk dirayakan dengan penghitungan mundur pada 31 Desember. Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 itu diisi dengan berbagai pertunjukan, seperti rampak jaipong anak dan dewasa, kembang api, serta DJ.
"Pertunjukan lain yaitu peragaan busana anak-anak dan remaja, tarian dengan kostum hantu dan badut, serta kolosal," katanya.
Acara malam itu juga akan diramaikan dengan penampilan beberapa penyanyi dan pembagian terompet untuk pengunjung. Oleh karena itu, Ciwalk akan buka hingga dini hari, bahkan subuh.
"Restoran juga punya penawaran khusus, seperti potongan harga bila tamu memiliki kartu tertentu, beli satu dapat satu, dan lain-lain," katanya.
Mobil yang datang ke Ciwalk sebanyak 6.000-7.000 unit per hari diperkirakan naik dua kali lipat pada 31 Desember mendatang. Sepeda motor dengan jumlah 3.000-4.000 unit pada hari biasa juga akan naik menjadi 6.000-8.000 unit. Di Ciwalk akan dipasang banyak lampu agar suasananya semarak. Setelah Tahun Baru, kata Fitri, toko-toko akan menawarkan diskon akhir tahun.
Continue...


Sabtu, 22 Januari 2011

Observatorium Bosscha

Posted by Jurnal Bandung on 22.22 0 komentar









Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang bagian utara Kota Bandung, adalah sebuah tempat pengamatan bintang luar angkasa satu- satunya di Negara Indonesia. Sebelumnya observatorium Bosscha ini bernama  Bosscha Sterrenwacht, dibangun oleh perhimpunan bintang Hindia Belanda atau Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV). Didirikan sejak tahun 1928 yang di pelopori oleh Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, mnjadi penyandang dana terbesar dalam pendirian observatorium ini, yang tujuannya  ingain memajukan astronomi Hindia-Belanda pada waktu itu.

Untuk mengenang jasa Mr Bosscha pada pembangunan obeservatorium sebagai salah satu  pelopor observatorium  terbesar seasia tenggara dan dedikasinya dalam mengembangkan ilmu astronomi, maka pemebrian nama observatorium sama pada nama sang pelopor, yaitu “Observatorium Bosscha”.

Sampai saat ini,Observatorium Bosscha memiliki beberapa teropong yang masih berfungsi dengan baik. Yang terbesar adalah Teleskop Double Reflector Zeiss yang beratnya mencapai 17ton. Teleskop utama ini berada di dalam kubah raksasa berdiameter 14,5meter terbuat dari baja setebal 2mm. Teleskop ini khusus digunakan untuk kepentingan penelitian dan tidak bisa dipergunakan masyarakat umum.

Uniknya,atap kubah rancangan KCWP Schoemaker ini bisa terbuka dengan daya listrik 1500 watt. Lantainya juga bisa naik turun untuk memudahkan pengamatan benda langit. Teleskop ini digunakan untuk mengamati bintang-bintang ganda yang berpasangan dalam gugusan bintang,citra detil komet terang,kawah permukaan bulan serta posisi Planet Mars,Saturnus dan Jupiter.

Selain itu terdapat pula teleskop yang ukurannya lebih kecil seperti teleskop Bamberg,Schmidt-Bimasakti,Goto dan teleskop Unitron. Masing-masing telskop itu memiliki fungsi pengamatan tersendiri. Ada yang khusus mengamati rasi bintang,bintik matahari,gerhana bulan-matahari serta benda-benda langit lainnya yang masih asing bagi orang awam.





Seiring berjalanya waktu observatorium ini menjadi tempat wisata yang menarik bagi kalangan pengunjung yang datang, ingin belajar  pengetahuan ilmu astronomi bintang, yang didukung oleh panorama alam yang indah dan suasana yang segar. Sehingga jumlah pengunjung yang datang ke observatiorim ini di batasi kunjungan kepetingan wisata.

Diharapkan keberadaan observatorium ini dapat meningkatkan ilmu pengetahuan asrtonomi bagi peneliti dan menunjang minat wisata edukasi bagi masyarakat ayng dapat bermanfaat.
                                  
Jurnal Bandung/ Wandrik Panca Adiguna

Continue...


Kepadatan Kota Bandung di Hari Libur

Posted by Jurnal Bandung on 21.05 0 komentar




Bandung dijuluki kota paris van java, dimana kota yang menjadi pusat trandsenter dalam wisata fasion dan kuliner. Tidak heran jika pada hari –hari tertentu bandung selalu dipadati oleh pendatang dari luar daerah untutk sengaja berkunjung di kta kembang ini.

Setiap hari – hari libur datang, lalulintas kota bandung menjadi padat oleh kendaran masuk yang datang dari luar daerah , sehingga kemacetan kendaraan pun tak dapat di hindarkan. Ini terlihat dari sepanjang jalan Setiabudi bandung (22/01). Kemacetan terjadi sepanjang kurang lebih 5km. mulai dari terminal Ledeng.

Kendaraan yang yang memadatkan aus lalulintas ini didominasi kendaraan pribadi dari arah Kabupaten Bandung Lembang menuju arah Kota Bandung. Peristiwa ini merupakan hal yang wajar jika kita melewati jalan tersebut pada hari-hari libur, sehingga banyak yang memanfaatkan kondisi kemacetan ini bagi sebgaian orang yang mencari rezeki berjualan di sepanjang jalan tersebut. Namun hal berbeda dirasakan oleh sebagian pengguna kendaraan yang merasa keugian akibat kemacetan yang di timbulkan , karena banyak waktu terbuang sia-sia di jalan.

Melihat kondisi seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat daerah lain untuk datang berkunjung ke kota Bandung sebagi kota tujuan wisata yang menyenagkan.  

Jurnal Bandung /Wandrik Panca Adiguna
Continue...


Laga Fenomena Piala AFF 2010

Posted by Jurnal Bandung on 18.47 0 komentar



Hasil Liga Piala AFF 2010 sangat mengecewakan bagi bangsa Indonesia, karena tim nasional yang di pimpin oleh kapten Firman Utina gagal menjuarai liga piala tersebut. Dari dua pertandingan final antara timnas Malaysia dan timnas Indonesia di Stadion Bukit Jalil  Malaysia(26/11), dengan skor telak 3-0 untuk kemenangan timnas Malaysia. Dan pertandingan kedua yang dilaksanaakan di stadion Gelora Bung Karno Indonesia (29/11), dengan skor 2-1 untuk kemenangan Indonesia. Tetapi dengan hasil skor pertandingan kedua, tidaklah cukup untuk memenangakan pertandingan tersebut, karena hasil agregat menjadi 4-2 untuk kemenangan Malaysia.

Hasil demikian memberikan kemenangan piala AFF kepada timnas Malaysia untuk pertama kalinya. Melihat dari hasil seluruh pertandingan memberikan kekecewaan kepada rakyat Indonesia yang sudah mendukukng timnas Garuda. Karena hasil pertandingan  sebelumnya di babak penyisihan dan perenpat final timnas Garuda memberikan hasil yang bagus. Bahkan hasil pertandingan di babak penyisihan timnas Garuda mengalahkan Malaysia dengan skor telak 5-1, yang harus dibayar kekelahan di babak final.

Atas kegagalan timnas Garuda ini,masyarakat  memberika respon opini yang beragam kepada PSSI selaku orgasnisasi sepak boal Indonesia. Terutama opini yang tertuju kepada ketua umum PSSI Nurdin halid, atas kinerjanya selama kepemimpinannya selama menjabat sebagai ketua umum, yang belum memberikan prestasi bagi timnas Indonesia. Oleh karena itu banyak opini masyarakat  menuntut Nurdin untuk segera mundur dari ketua umum PSSI, karena belum memberikan kontrribusi prestasi bagi persepak bolaan Indonesia.

Diharapkan setelah pertandingan Liga Piala AFF 2010, dapat memberikan pelajaran bagi timnas Garuda Untuk Kedepannya agar memperoleh hasil prestasi yang baik dan mengharumkan nama bangsa Indonesia  di mata dunia.

Jurnal Bandung/ Wandrik Panca Adiguna
Continue...


Antusias Tahun Baru 2011

Posted by Jurnal Bandung on 17.48 0 komentar






Tempat wisata Sari Ater menjadi salah satu tempat pergantina  tahun  yang meriah, pengunjung wisatawan yang berdatangan memadati tempat tersebut. Pesta kembang api pun berlangsung sangat meriah, dan bunyi-bunyi terompet membuat suasana malam tahun baru 2011 menjadi  hangat. Kendaraan memadati jalan –jalan daerah wisata tersebut, yang tidak ingin melwati momen pesta tahunan ini.

Namun pesta pergantian tahun baru kali ini oleh para pedagang dan pengusaha villa yang menaruh harapan rejek pada perayan tahun baru ini, dirasakan mash kurang antusias dari pengunjung yang datang di bandingkan pergantian tahun baru yang lalu. Ini terbukti pendapatan yang mereka terima kurang dari target modal yang sudah di keluarkan. Sehingga tidak sedikit para pedagang mengeluhkan pendapatan mereka di tahun baru 2011 kali ini.

Kurangnya antusias penunjung yang datang ke daerah tempat wisata tersebut, dikarenakan banyaknya tempat-tempat wisata didaerah lain, menawarkan pergantina tahun baru, sehingga pengunjung yang datang ke Bandung untuk merayakan pesta tahun baru memiliki banyak pilihan tempat wisata.

Diharapkan dengan banyaknya wisata yang ditawarkan dapat menarik perhatian masyarakat lain akan daerah wilayah Bandung menjadi kota wisata yang baik.


Jurnal Bandung /Wandrik Panca Adiguna
Continue...


Kamis, 20 Januari 2011

Suku Sunda Wiwitan (Sunda Lama) ada di Cimahi

Posted by Jurnal Bandung on 10.07 0 komentar



Suku Sunda Wiwitan diketahui terdapat di Cimahi, Karawang, Kungingandan Ciwidey. Suku Sunda wiwitan yang berada di Kampung Cireundeu RW 10 Leuwigajah Cimahi kurang lebih berjumlah 200 kepala keluarga. Sunda Wiwitan berasal dari kata sunda ngawitan yang berarti Sunda Pertama atau Sunda yang masih murni.


Ketika masuk ke perkampungan suku sunda wiwitan ada gapura yang terbentuk dari 4 bambu berwarna merah, kuning, hitam dan putih yang menurut masyarakat sekitar mempunyai arti merah berarti hawa nafsu, kuning berarti matahari, hitam berarti bumi dan putih berarti air.


Seperti suku-suku yang lain, Sunda Wiwitan mempunyai keunikan dari adat dan kebiasaan. Dalam pernikahan, suku sunda wiwitan ini hampir sama dengan adat islam yaitu adanya Ijab Qobul dan pemberian mahar, tetapi bedanya disini Ijab Qobul dilakuakan menggunakan bahasa sunda buhun (bahasa sunda lama).


Masyarakat sunda wiwitan menjadikan singkong sebagai makanan pokoknya. Menurut sejarah leluhur  mereka ketika itu mendapatkan bisikan (wangsit) untuk mengganti beras yang menjadi makan pokok mereka, ketika itu leluhur mereka mengganti beras dengan singkong sebagai makanan pokok mereka.


Pada dasarnya masyarakat asli sunda wiwitan tidak mengenal agama. Mereka hanya mempercayai leluhur mereka dan menganggap semua agama sama karena mereka berfikir walau banyak agama tetapi tetap pada satu tuhan yang sama.


Sumber mata pencaharian masyarakat sunda wiwitan adalah bertani atau berladang makanan pokok mereka. Tidak 100% masyarakat disana bertani, adapula berprofesi sebagai guru dan tenaga kerja di perushan-perusahan atau pabrik-pabrik didaerah cimahi.

Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany
Cuplikan Wawancara Sesepuh Suku Sunda Wiwitan

Continue...


Senin, 03 Januari 2011

WNI di USA nonton bareng final Piala AFF

Posted by Jurnal Bandung on 20.06 0 komentar



Sepak bola merupakan salah satu pemersatu Warga Negara Indonesia (WNI) di manapun ia berada. dengan adanya piala AFF yang diselenggarakan di Vietnam dan Indonesia sebagai tuan rumahnya menjadikan kemeriahan piala AFF terasa di Indonesia, apalagi setelah Indonesia bisa masuk Final menjamu malaysia.

Pada babak penyisihan Indonesia menang telak atas Malaysia 5-1 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), kemudian pada putaran final Indonesia kambali bertemu dengan Malaysia. Semangat para pendukung Indonesia sangat terasa ketika pecinta bola di tanah air ingin langsung menyaksikan Tim Garuda berlaga. Tidak hanya itu, pecinta bola di tanah air juga banyak yang menyelenggarakan acara nonton bareng final Piala AFF.

Tidak hanya pecinta bola di tanah air yang mendukung Tim Garuda, WNI yang berada di USA juga mengadakan nonton bareng Final Piala AFF di salah satu rumah WNI. acara nonton bareng berlangsung meriah walaupun tim Indonesia kalah dari malaysia.

Berikut laporan yang di kutip dari VOA.
Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany

Continue...


Sabtu, 01 Januari 2011

Kembang Api Pangandaran

Posted by Jurnal Bandung on 18.03 0 komentar



Kemeriahan yang terjadi untuk menyambut pergantian tahun kemarin sangat meriah di pantai pangandaran. ini bisa dilihat dari banyaknya pengunjung pantai pangandaran ini. tidak hanya warga sekitar yang merayakan malam tahun baru di pantai ini, tapi wisatawan, hingga pemilik villa seperti villa kuda yang merupakan villa terbesar di sini juga ikut merayakan pergantian tahun ini.

Villa Kuda yang merupakan villa terbesar di pangandaran merayakan pergantian tahun 2010 ke 2011 dengan menghabiskan biaya sangat besar. ini dapat terlihat dari banyaknya kembang api yang di pasang pada malam pergantian tahun ini. 

Menurut Nindi (18) warga pangandaran mengatakan "hampir setiap tahun villa kuda merayakan pergantian tahun dengan memasang petasan paling banyak dan paling meriah dari yang lain, kata orang-orang sini sih tahun ini villa kuda ngabisin 25 juta buat kembang apinya aja".

"Saya juga kesini untuk melihat kembang api yang hanya bisa dilihat pada malam tahun baru saja, ternyata tahun ini lebih rame dari tahun kemarin." tambahnya.

Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany


Continue...


Senin, 27 Desember 2010

Pameran Foto Tentang Anak SLB

Posted by Jurnal Bandung on 23.51 0 komentar



Bidik Photography salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung bekerjasama dengan Telkom Speedy mengadakan Pameran Foto yang bertemakan Realita Pendidikan "keterbatasan bukan batasan" 26 - 29 Desember 2010 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Cicendo.

Acara tersebut dirangkai dengan acara-acara pendukung seperti Pembacaan Puisi, Workshop Foto, Diskusi Pendidikan, Pantomim, dan Teater. Pameran yang terbuka untuk umum ini dibuka pukul 10.00 - 18.00 WIB. 

Acara ini mengambil perspektif fotografi, dalam mengangkat spirit dan perjuangan orang-orang yang benar-benar berusaha demi suatu cita juga harapan dalam menempuh pendidikan. Gambaran-gambaran nyata yang diabadikan melalui karya fotografi di pamerkan pada Pameran Foto ini.

Antusiasme yang ditunjukan oleh fotografer-fotografer bandung, yang kebanyakan berstatus sebagai mahasiswa dan pelajar terbukti dengan banyaknya pengunjung pameran dan peserta workshop foto pada pameran tersebut.

Jurnal Bandung / Fauzy Al Falasany

Continue...


Rabu, 10 November 2010

APBD Untuk Pembangunan Kota Banjaran

Posted by Jurnal Bandung on 10.58 0 komentar


Kemacetan yang sering terjadi didaerah Banjaran lebih disebabkan semrawutnya keadaan lalu-lintas didepan terminal Banjaran. Hal ini tampak jelas bila pada pagi hari dengan melubernya pasar tumpah yang menghalangi setengan dari badan jalan. Selain itu, faktor lain kemacetan adalah rusaknya jalan yang terjadi di Desa Kamasan yang diakibatkan dari banjir yang merendam daerah tersebut beberapa waktu lalu.



Masalah lain bagi warga Banjaran yaitu keluhan dari sebagian pedagang Pasar Banjaran yang hingga kini belum mendapatkan lokasi baru untuk berdagang setelah kios mereka terbakar sekitar 3 tahun yang lalu. Dengan masalah-masalah yang dialami Kota Banjaran tersebut pemerintah pun sudah mengambil langkah-langkah itikad baik untuk menanggulangi masalah itu, yaitu dengan mengalokasikan dana APBD 2010 untuk Kota Banjaran.
Untuk memutus mata rantai kemacetan lalu lintas disekitar Pasar dan Terminal Banjaran, Pemkab Bandung mendapatkan bantuan Rp 2,4 miliar dari Pemprov Jabar untuk membuat jalan tembus  di daerah Bojongsereh,Pameungpeuk. Jalan sepanjang 550 meter itu akan terhubung dengan jalan lingkar Banjaran dari Desa Kamasan-Tanjungsari-Pameungpeuk.
Selain itu, Pemkab Bandung juga berncana memperlebar Jalan Lingkar Banjaran dari Desa Kamasan menuju Pameungpeuk dari empat meter menjadi tujuh meter. Dengan adanya Jalan Lingkar Banjaran, para pengguna jalan bisa menghindari kemacetan yang biasa terjadi di sekitar Pasar dan Terminal Banjaran
 
Persoalan lainnya dengan nasib 465 pedagang yang terkena musibah tiga tahun lalu yang sampai kini masih di pasar darurat. Karena pasar darurat sehingga saat ini pedagang yang masih aktif 30 persennya atau sekitar 145 pedagang.
Saat ini, lahan pasar lama yang terbakar itu sedang diuruk dan diperkirakan baru selesai pada Oktober. Namun hingga kini pun kegiatan tersebut belum selesai. Saat ini baru tampak pembangunan kantor pengelola pasar baru.




Dengan dana miliaran dari APBD yang dialokasikan Pemkab tersebut diharapkan masalah kemacetan yang dialami didaerah Banjaran bisa terastasi dengan baik dan dapat memperlancar arus lalu-lintas jalur tersebut. Selain itu, pembangunan Pasar Banjaran yang baru pun mudah-mudahan dapat cepat terealisasi dengan baik agar para pedagang mendapatkan lokasi berdagang yang layak. Dana yang dikeluarkan tersebut diharapkan sekali dapat menumbuhkan pembangunan Kota Banjaran secara merata dan mengembangkan ekonomi masyarakat Banjaran dan sekitanrnya.


(T-3/Ismet Humaedi)






Continue...


Selasa, 09 November 2010

Kemacetan Dari Perbaikan Jalan Gorong – Gorong

Posted by Jurnal Bandung on 17.24 0 komentar


Selasa (9/11) pengendara bermotor yang melewati jalan Wastukencana didepan campus seni musik, masih harus bersabar dari kemacetan yang selalu menghampiri jalan tersebut. Perbaikan gorong – grong yang melewati jalan tersebut sudah hampir selesai, perbaikan yang dilakukan sudah berlangsung seminggu ini  telah mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan tersebut, dari peutupan setengah lebar jalan terjadi penyempitan arus lalu lintas. Perbaikan dilakukan oleh pemda Kota Bandung menurut warga karena sering meluber air hujan yang terseumbat oleh sampah mengakibatkan sering terjadi genangan air yang besar melewati jalan dan rumah warga disekitar.

Seringnya kemacetan yang timbul dari  membuat pihak polisi melarang pengendara melewati jalan Abdul khalik, tembusan jalan untuk menuju jalan Wastukencana. Penutupan jalan tersebut memang mengurangi tingkat kemacetan, akan tetapi keluhan datang dari pengendara yang akan melewati jalan tersebut dari arah paster, karena  mereka  harus memutar kendaraannya melewati jalan cihampelas terlebih dahulu.

Diharapkan segera beresnya perbaikan jalan tersebut, agar dapat menyelesaikan masalah kemacetan dan genangan air,  yang mengenangi jalan dan rumah warga dimusim penghujan sekarang ini dengan cepat, sehingga dapat memberi kenyamanan bagi para pengendara dan warga setempat. 
(T-1/Wandrik P.A)
Continue...


History Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung

Posted by Jurnal Bandung on 17.20 0 komentar


Jika kita hendak berjalan – jalan melewati Jalan Asia Afrika, pasti kita akan melihat gedung – gedung tinggi yang menjadi ciri khas Kota Bandung yang berada di sebelah kiri dan kanan jalan sepanjang jalan tersebut, melihat kesebelah kiri jalan dari arah simpang lima kta dapat menemukan salah satu bangunan tertua dan mewah peninggalan  dari kolonial belanda, yaitu bangunan hotel pertamana penuh dengan pengalaman panjang sebagai saksi bisu perjalanan perkembangan salah satu sejarah Kota Bandung.

Hotel ini diketahui hanya berdasarkan meetbrief dari akte-akte Eigendom yang tercantum dalam gambar sketsa dari Savoy Homann Hotel sudah dapat dipastikan bahwa Savoy Homann Hotel di bangun sebelum tahun 1888 dengan pemiliknya seorang warga negara Jerman bernama Mr.A.Homann. Bentuk daripada perusahaan ini adalah N.V.Hotel Homann. Setelah Mr. Homann meninggal, pimpinan perusahaan dipegang oleh istrinya. Dengan mengadakan beberapa perubahan-perubahan atas gedung atau bangunan lama, terutama di bagian sebelah muka maka pada bulan Februari didirikanlah bangunan baru yang menghadap ke jalan Asia Afrika dengan nama Savoy. Pembangunan ini selesai pada tahun 1939 dan saat itu direalisasikan oleh Mr.F.J.A. Van Es. Pada tahun 1942 di zaman pendudukan Jepang, seluruh bangunan ditempati dan dipergunakan sebagai asrama opsir-opsir Jepang. Selama pendudukan tentara Jepang semua peralatan kelengkapan yang diperlukan untuk jalannya operasionalisasi telah hilang dan rusak, terutama pada waktu Jepang meninggalkan kota Bandung.

Pada tahun 1945, Savoy Homann Hotel diduduki oleh tentara sekutu yang kemudian dijadikan sebagai gedung Reode-Kruis selama kurang lebih satu tahun. Dan saat itu gedung Savoy Homann dipergunakan sebagai pusat dari segala kegiatannya, dan Pada tahun 1946, gedung ini diserahkan kembali kepada Mr.F.J.A. Van Es dengan keadaan yang lebih parah kerusakannya maupun kelengkapan dari peralatannya. Setelah Mr.F.J.A. Van Es meninggal pada tahun 1952 polemik timbul permaslahan kepemilkan hotel setelah istri dari Mr.F.J.A. Van Es pergi kembali kenegara asalnya.

10 tanggal 6 September 1969 yang mana pengesahannya dari Departemen Kehakiman R.I dan termasuk dalam Berita Negara R.I tanggal 30 Nopember 1973 no 96. Saat itu Savoy Homann Hotel yang menjadi Landmark Kota Bandung merupakan salah satu hotel terbesar di Asia Tenggara dan memperoleh kepercayaan dari pemerintah sebagai tempat untuk penyelenggaraan event-event besar berskala nasional dan internasional, seperti : - 1-16 Desember 1950 yaitu ILO Conferentie - 3 - 10 September 1952 berlangsung WHO Conference - 14 Januari - 14 Februari 1953 berlangsung Ecafe Conference - 18 - 24 April 1955 berlangsung Asian African Conference yang pertama - Sekilas saja kita lihat, begitu juga dengan event peringatan Konferensi Asia Afrika ke-50, yang berlangsung 24 April 2005.

Dari banyaknya acara peristiwa kejadian yang bersejarah dan sampai dikenanga oleh masyarakat Kota Bandung dan bangsa Indonesia adalah, peristiwa Konfenrensi Asia Afrika Pertama yang digagas oleh Presiden pertama kita IR. Sukarno, Indonesia sebagai penggagas pertama membuat gelaran akbar antar dua benua gerakan non blok yang pada saat itu sedang konflik perang dingin yang dikenal dengan perang blok barat dan blok timur. Para delegasi pemimin dunia pada waktu itu mengginap di hotel Savoy Homann. Yang banyak diketahui banyak orang dan menjadi trancenter hotel tersebut dikenal sebagai tepat bersejarah.                          (T-2/wandrik P.A)
Continue...